Kencananusantara.com, JAKARTA – Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,4 persen, sementara sektor jasa keuangan tetap resilien di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ketahanan sektor jasa keuangan perlu dioptimalkan untuk memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Melalui akses keuangan yang lebih inklusif, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi.
Dalam konteks tersebut, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan formal, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Perluasan akses keuangan daerah diharapkan dapat menghubungkan ketahanan sektor jasa keuangan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap pembiayaan dan layanan keuangan, potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara optimal, sehingga turut mendukung penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rakornas TPAKD 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.












