Founder AMAL Apresiasi Sikap Terbuka Sekda Lahat Terkait RAPBD-P 2026

kencananusantara.com/, LAHAT – Founder Anak Muda Lahat (AMAL), Oktaria Saputra, S.E., M.Si., yang juga Ketua Relawan Milenial Muda Bursah-Widia, mengapresiasi sikap terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lahat, Dr. Ir. H. Izromaita, M.Si., dalam menyikapi polemik batalnya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2026.

Oktaria menilai kesediaan Sekda mengakui adanya kelalaian merupakan bentuk keterbukaan yang patut dihargai. Sikap tersebut mencerminkan pentingnya tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadi langkah awal untuk melakukan evaluasi dan pembenahan.

“Kami mengapresiasi sikap terbuka Sekda Lahat dalam menyikapi persoalan ini. Mengakui kekurangan merupakan langkah awal untuk memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi. Yang terpenting adalah memastikan evaluasi tersebut ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” ujar Oktaria, Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lahat, terutama dalam memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), meningkatkan kedisiplinan administrasi, serta memastikan setiap tahapan penganggaran terlaksana sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran daerah membutuhkan ketelitian, sinergi, dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, evaluasi perlu diarahkan pada identifikasi akar persoalan dan perbaikan mekanisme kerja agar kendala serupa dapat diantisipasi dalam proses penganggaran berikutnya.

Oktaria juga berpandangan bahwa evaluasi harus dilakukan secara objektif dan proporsional berdasarkan fakta serta kewenangan masing-masing pihak. Tujuannya bukan semata-mata mencari kesalahan, melainkan memastikan adanya perbaikan sistem administrasi, pengawasan, dan koordinasi yang lebih efektif.

Sebagai Founder AMAL, ia turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah melalui partisipasi aktif, kritik konstruktif, dan pengawasan yang bertanggung jawab. Menurutnya, kepedulian terhadap jalannya pemerintahan merupakan bagian dari kontribusi pemuda dalam mendukung kemajuan Kabupaten Lahat.

“Keterbukaan patut diapresiasi, sedangkan tanggung jawab harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Kami berharap persoalan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel, sehingga pembangunan Kabupaten Lahat ke depan semakin baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tutup Oktaria.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *