Dari HMI, Pimpin Golkar, Kini Bahlil dan Sarmuji Bersama di Kabinet

kencananusantara.com/, JAKARTA – Perjalanan politik Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji kembali mencatat babak baru. Keduanya memiliki latar belakang aktivisme di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kemudian berkiprah di Partai Golkar dan berada dalam satu struktur kepemimpinan sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Kini, keduanya sama-sama masuk jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, dengan tetap merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Bahlil sebelumnya telah menjabat sebagai Menteri ESDM sejak Agustus 2024.

Pada hari yang sama, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan politik Sarmuji setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.

Sama-sama Ditempa di HMI

Jauh sebelum berada di lingkaran elite politik nasional, Bahlil dan Sarmuji memiliki jejak di organisasi kemahasiswaan, khususnya HMI.

Bahlil dikenal aktif di HMI sejak masa kuliah. Kiprahnya di organisasi tersebut membawanya hingga dipercaya menjadi Bendahara Umum Pengurus Besar HMI. Pengalaman organisasi itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya sebelum memasuki dunia usaha dan pemerintahan.

Sementara Sarmuji juga memiliki rekam jejak di HMI sebelum menapaki karier politik melalui Partai Golkar. Latar belakang aktivisme tersebut menjadi salah satu titik temu perjalanan kedua tokoh yang kemudian berkembang di jalur politik masing-masing.

Dari Aktivis hingga Pucuk Pimpinan Golkar

Perjalanan keduanya kemudian bertemu lebih erat di Partai Golkar.

Pada Agustus 2024, Bahlil terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2024–2029 melalui Munas XI Partai Golkar. Setelah terpilih, Bahlil menyusun kepengurusan partai dan menempatkan Muhammad Sarmuji sebagai Sekretaris Jenderal.

Posisi tersebut menempatkan keduanya dalam satu garis kepemimpinan Partai Golkar. Bahlil berada di posisi Ketua Umum, sementara Sarmuji menjalankan tugas sebagai Sekjen. Struktur tersebut juga tercantum dalam susunan DPP Partai Golkar periode 2024–2029.

Keduanya kemudian menjalankan roda organisasi partai bersama di tengah dinamika politik nasional dan pemerintahan.

Kini Kembali Bersama di Pemerintahan

Kurang lebih dua tahun setelah berada dalam satu kepemimpinan di Partai Golkar, Bahlil dan Sarmuji kembali bertemu dalam pemerintahan.

Bahlil kini mendapat mandat sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Energi, sembari tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. Penugasan tersebut memperluas perannya dalam koordinasi kebijakan pemerintah di sektor hilirisasi dan energi.

Sementara Sarmuji dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian. Posisi ini membawa pengalaman politik dan organisasinya ke ranah pemerintahan, khususnya dalam sektor industri nasional.

Dengan pelantikan tersebut, perjalanan Bahlil dan Sarmuji memiliki sejumlah titik temu penting: HMI, Partai Golkar, kepemimpinan partai, dan kini kabinet pemerintahan.

Dari ruang organisasi kemahasiswaan, keduanya menempuh jalur masing-masing hingga akhirnya berada di pucuk kepemimpinan Partai Golkar sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal.

Kini, keduanya kembali berada dalam satu pemerintahan dengan tanggung jawab yang berbeda. Bahlil mengemban tugas di bidang hilirisasi dan energi, sedangkan Sarmuji memimpin Kementerian Perindustrian.

Pelantikan pada 1 Oktober 2026 pun menjadi penanda babak baru perjalanan dua tokoh yang pernah berjalan bersama di organisasi dan partai politik: dari HMI, ke pucuk pimpinan Golkar, hingga akhirnya bersama-sama menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *