Oktaria Serukan Kebangkitan Politik Pemuda: 2029 Saatnya Anak Muda Masuk Pusat Kekuasaan

Kencananusantara.com, LAHAT – Founder Anak Muda Lahat, Oktaria Saputra, S.E., M.Si., menyerukan kebangkitan politik generasi muda menjelang momentum politik 2029. Ia menilai, anak muda perlu mengambil peran lebih besar dalam kontestasi politik, termasuk menduduki posisi strategis di lembaga legislatif maupun pemerintahan.

Menurut Oktaria, anak muda memiliki modal penting untuk mendorong pembaruan kepemimpinan melalui gagasan segar, pemikiran kritis, kreativitas, dan pemahaman terhadap tantangan zaman. Potensi tersebut harus diikuti keberanian memasuki ruang pengambilan keputusan agar aspirasi generasi muda dapat diperjuangkan secara langsung.

“Politik 2029 harus menjadi momentum bagi anak muda untuk tampil sebagai pemimpin, bukan sekadar menjadi pendukung. Kita harus berani mengambil bagian dalam menentukan kebijakan dan arah pembangunan, dengan membawa gagasan, integritas, serta keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Oktaria, Minggu (18/10/2026).

Ia menegaskan, regenerasi politik tidak cukup hanya dengan mengganti figur, tetapi harus disertai perubahan pola kepemimpinan dan kualitas kebijakan. Kehadiran anak muda di ruang politik diharapkan mampu memperkuat transparansi, memperluas partisipasi publik, serta menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Oktaria juga menyoroti pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda dalam proses politik. Menurutnya, anak muda tidak seharusnya hanya dilibatkan untuk menggalang dukungan saat pemilihan umum, tetapi juga diberi kesempatan untuk berkompetisi secara sehat dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan.

“Jangan sampai anak muda hanya diperhitungkan suaranya saat pemilu, tetapi diabaikan ketika keputusan penting dibuat. Generasi muda harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing, memperoleh kepercayaan masyarakat, dan menduduki posisi strategis berdasarkan kapasitas serta integritas,” tegasnya.

Khusus di Kabupaten Lahat, Oktaria memandang potensi generasi muda perlu diperkuat melalui pendidikan politik, pengembangan kapasitas kepemimpinan, dan konsolidasi lintas komunitas. Langkah tersebut penting untuk melahirkan calon pemimpin yang memahami persoalan daerah sekaligus mampu merumuskan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan memasuki ruang politik harus dilakukan secara demokratis dan bertanggung jawab. Anak muda perlu membangun kemandirian, menolak politik transaksional, serta mengedepankan gagasan dan rekam jejak dalam memperoleh dukungan publik.

“Kita tidak ingin anak muda masuk ke politik hanya untuk mengulang pola lama. Kita ingin lahir kepemimpinan yang lebih terbuka, berintegritas, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat. Kekuasaan harus dipandang sebagai amanah, bukan sekadar jabatan,” ungkap Oktaria.

Ia menambahkan, kekuatan pemuda akan semakin berarti apabila didukung persatuan dan kemampuan membangun gerakan yang terarah. Perbedaan latar belakang maupun pilihan politik tidak seharusnya menghalangi kolaborasi untuk mendorong kemajuan daerah dan memperluas kesempatan bagi generasi muda.

Menutup pernyataannya, Oktaria mengajak anak muda Lahat mempersiapkan diri menghadapi dinamika politik menuju 2029 dengan meningkatkan kapasitas, memperkuat solidaritas, dan berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan.

“Anak muda tidak boleh hanya menjadi masa depan, tetapi harus ikut menentukan keputusan hari ini. Saatnya pemuda mengambil peran dalam politik, membawa perubahan melalui gagasan, dan membuktikan bahwa kekuasaan dapat dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat,” tutupnya.