HUT ke-62 Partai Golkar, Oktaria Saputra Tekankan Pentingnya Karya Nyata untuk Rakyat dan Negara

Kencananusantara.com, JAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar) pada 20 Oktober 2026, Oktaria Saputra, S.E., M.Si., Alumni Golkar Institute Young Political Leaders Batch 9, menekankan pentingnya menjaga semangat karya dan kekaryaan sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut Oktaria, perjalanan Golkar sejak berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya pada 20 Oktober 1964 merupakan bagian dari sejarah politik Indonesia yang membawa tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Momentum peringatan hari jadi ini, menurutnya, perlu dimaknai bukan sekadar sebagai seremoni, melainkan juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan peran dan manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat.

“Semangat karya dan kekaryaan harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kehadiran partai politik harus memiliki makna bagi masyarakat, terutama dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, mendorong kesejahteraan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Oktaria, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai, semboyan “Suara Golkar, Suara Rakyat” mengandung pesan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap langkah perjuangan politik. Prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui kesediaan untuk mendengar kebutuhan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, serta memperjuangkan kebijakan yang memberikan manfaat secara luas.

Dalam konteks pembangunan, semangat kekaryaan perlu diterjemahkan ke dalam kontribusi konkret di berbagai bidang, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemerataan kesejahteraan. Upaya tersebut membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kerja sama berbagai elemen bangsa.

Oktaria juga menegaskan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab untuk berperan dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan nasional, dan mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas. Setiap langkah perjuangan politik perlu mengedepankan kepentingan masyarakat serta berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, tantangan Indonesia yang terus berkembang menuntut kader politik untuk memiliki integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial. Kader partai diharapkan tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga mampu membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat melalui gagasan, program, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan publik.

“Pengabdian politik pada akhirnya harus tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, semangat kekaryaan perlu terus dijaga agar setiap amanah dapat dijalankan secara bertanggung jawab dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat serta kemajuan bangsa,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan organisasi, regenerasi kepemimpinan dan peningkatan kapasitas kader juga menjadi hal penting. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperkuat inovasi, menghadirkan perspektif baru, serta mendorong partisipasi yang konstruktif dalam kehidupan demokrasi.

Memasuki usia ke-62, Partai Golkar diharapkan terus menjadikan semangat karya dan kekaryaan sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Sejalan dengan semboyan “Suara Golkar, Suara Rakyat”, perjuangan politik diharapkan senantiasa berpijak pada aspirasi masyarakat dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Bagi Oktaria, perjalanan panjang Golkar menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sebuah partai politik tidak hanya berkaitan dengan sejarahnya, tetapi juga dengan konsistensinya dalam menjalankan tanggung jawab kepada rakyat dan negara.