BNPB Laporkan Riau Keluar dari Daftar Prioritas Penanganan Karhutla

Kencananusantara.com, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam laporan tersebut, Provinsi Riau tidak lagi masuk dalam daftar prioritas penanganan karhutla karena tidak ditemukan kemunculan titik api baru.

Laporan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Rekaman penyampaian laporan tersebut kemudian diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (23/10/2026).

Kristomei menjelaskan bahwa BNPB terus meningkatkan pemantauan dan penanganan karhutla, termasuk menyempurnakan metode penghitungan titik api menggunakan citra satelit untuk memperoleh data yang lebih akurat.

Dengan keluarnya Riau dari daftar prioritas, lima provinsi yang masih menjadi fokus penanganan karhutla adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Perubahan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya penanganan karhutla. Meski demikian, pemantauan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru serta mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.