Kencananusantara.com, JAKARTA – Belanja iklan yang dikaitkan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tercatat mencapai Rp199.014.038 di platform Meta dalam periode 15 Juni hingga 12 September 2026.
Angka tersebut muncul dalam data transparansi iklan Meta yang kemudian dibagikan dan diperbincangkan di media sosial. Sejumlah pemberitaan pada 17–18 September 2026 juga mengutip data yang sama.
Dengan nilai tersebut, total belanja hanya sekitar Rp985.962 di bawah Rp200 juta selama periode kurang lebih tiga bulan. Namun, penyebutan sebagai top spender perlu dipahami berdasarkan cakupan, kategori, dan periode data yang digunakan, bukan sebagai klaim bahwa Sudaryono merupakan pengiklan terbesar di seluruh platform Meta sepanjang waktu.
Jawa Barat Jadi Sasaran dengan Belanja Terbesar
Data yang beredar memperlihatkan distribusi belanja iklan ke sejumlah wilayah. Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan nominal terbesar, yakni Rp35.131.508.
Disusul:
- Jawa Tengah: Rp29.189.995
- Jawa Timur: Rp26.398.475
- Sumatera Utara: Rp15.456.318
- Lampung: Rp6.901.440
- Riau: Rp6.822.296
- Jakarta: Rp6.767.324
Nominal tersebut merupakan angka yang terlihat pada data yang dibagikan dan bukan keseluruhan rincian distribusi Rp199.014.038.
Angka Rp199 Juta Memunculkan Pertanyaan
Besarnya belanja iklan tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada nominal, tetapi juga pada materi iklan, target audiens, tujuan kampanye, serta pihak yang membiayai iklan.
Meta memang menyediakan perangkat transparansi seperti Ad Library untuk iklan tertentu, termasuk iklan yang berkaitan dengan isu sosial, pemilu, dan politik. Data tersebut dapat memberikan informasi mengenai pengiklan, periode, materi, dan pengeluaran dalam cakupan tertentu.
Namun, data belanja iklan tidak dengan sendirinya membuktikan sumber dana yang digunakan. Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa Rp199.014.038 tersebut berasal dari anggaran BGN, dana negara, dana pribadi, atau sumber tertentu lainnya tanpa adanya keterangan tambahan.
Posisi Sudaryono sebagai Kepala BGN Jadi Sorotan
Belanja tersebut menjadi perhatian karena Sudaryono saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, lembaga yang menangani pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertanyaan utama yang muncul bukan semata-mata mengenai besarnya anggaran iklan, melainkan dalam kapasitas apa iklan tersebut dijalankan dan untuk kepentingan apa.
Jika iklan dilakukan atas nama pribadi, konteks dan sumber pembiayaannya menjadi bagian yang perlu dijelaskan. Jika terdapat keterkaitan dengan aktivitas kelembagaan, transparansi mengenai dasar penggunaan dana dan tujuan komunikasinya menjadi relevan untuk diketahui publik.
Sampai data yang diberitakan tersebut beredar, belum terdapat penjelasan yang cukup untuk memastikan sumber dana Rp199.014.038 maupun tujuan seluruh iklan tersebut. Karena itu, klarifikasi dari Sudaryono atau pihak pengelola iklan menjadi penting agar publik dapat membaca angka tersebut secara utuh, bukan berdasarkan potongan data semata.












