Update  

Oktaria, Aktivis Lahat yang Melangkah ke Panggung Nasional

Kencananusantara.com, JAKARTA – Perjalanan dari daerah menuju panggung nasional tidak dibangun dalam waktu singkat. Pendidikan, pengalaman organisasi, proses kaderisasi, serta konsistensi dalam mengembangkan gagasan menjadi bagian dari perjalanan Oktaria, aktivis asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang selama beberapa tahun aktif dalam berbagai ruang organisasi dan intelektual.

Oktaria Saputra dikenal melalui kiprahnya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Perjalanan organisasinya dimulai dari tingkat daerah sebelum berkembang ke tingkat nasional.

Pada 2018, Oktaria dipercaya menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Serelo Lahat. Perjalanan tersebut berlanjut ketika ia dipercaya memimpin HMI Cabang Pagar Alam sebagai Ketua Umum pada 2020.

Pengalaman di tingkat daerah kemudian membawanya ke struktur Pengurus Besar HMI (PB HMI). Dalam perjalanan organisasinya, Oktaria tercatat pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI.

Pendidikan dan Literasi sebagai Ruang Gagasan

Aktivitas organisasi Oktaria berjalan beriringan dengan pendidikan dan kegiatan intelektual. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi Manajemen di Universitas Serelo Lahat dan kemudian melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Manajemen di IPB University.

Selain aktif berorganisasi, Oktaria juga menyalurkan gagasan melalui tulisan. Salah satu karyanya adalah buku Membaca Kembali Indonesia: Kumpulan Narasi Kritis, yang memuat refleksi mengenai Indonesia, mulai dari kekayaan sumber daya, sejarah, hingga keberagaman budaya.

Karya-karya lain yang dikaitkan dengan aktivitas literasinya turut mengangkat tema kepemimpinan, pengabdian, kebangsaan, serta hubungan antara keislaman dan keindonesiaan.

Bagi Oktaria, literasi menjadi salah satu ruang untuk membaca persoalan masyarakat sekaligus menyampaikan gagasan mengenai Indonesia dan masa depan bangsa.

Kaderisasi dan Pengembangan Intelektual

Kaderisasi HMI menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi Oktaria. Setelah mengikuti berbagai jenjang perkaderan, ia kemudian terlibat dalam sejumlah kegiatan sebagai pemateri.

Dalam Latihan Kader II tingkat nasional HMI Cabang Pagar Alam pada 2024, Oktaria menyampaikan materi mengenai Ideologi, Politik, Strategi dan Taktik (Ideopolstratak).

Pada kegiatan kaderisasi lainnya, ia juga menyampaikan materi mengenai mission HMI serta pentingnya membangun kader yang memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan.

Keterlibatan tersebut menempatkan kaderisasi sebagai salah satu ruang yang terus dijalani Oktaria, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari proses pengembangan kader.

Membawa Persoalan Daerah ke Ruang Publik

Kiprah Oktaria juga bersentuhan dengan berbagai persoalan sosial dan pembangunan di daerah asalnya.

Salah satu isu yang pernah menjadi perhatiannya adalah aktivitas pertambangan batu bara di Kabupaten Lahat. Dalam menyikapi persoalan tersebut, Oktaria menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Perhatian terhadap isu daerah menjadi bagian dari aktivitas sosialnya sekaligus memperlihatkan upaya menghubungkan persoalan lokal dengan pembahasan yang lebih luas.

Mengusung Gagasan “HMI Berkemajuan”

Pada 2026, nama Oktaria kembali muncul dalam dinamika organisasi HMI setelah menyatakan langkah menuju pencalonan Ketua Umum PB HMI periode 2026–2028.

Dalam gagasan yang diperkenalkannya, Oktaria membawa narasi “HMI Berkemajuan”. Gagasan tersebut menyoroti penguatan kaderisasi, pengembangan intelektualitas, konsolidasi organisasi, serta kemampuan organisasi menghadapi perubahan zaman.

Langkah tersebut menjadi bagian baru dalam perjalanan organisasinya, setelah sebelumnya memperoleh pengalaman melalui kepemimpinan di tingkat daerah dan berbagai amanah di tingkat nasional.

Dari Lahat Menuju Panggung Nasional

Perjalanan Oktaria memperlihatkan lintasan seorang aktivis yang membangun pengalaman dari tingkat daerah sebelum memasuki ruang organisasi nasional.

Pendidikan, organisasi, kaderisasi, dan literasi menjadi sejumlah ruang yang membentuk perjalanan tersebut. Dari Lahat, ia membangun pengalaman melalui organisasi mahasiswa. Dari proses kaderisasi, ia memperluas pengalaman dan jejaring. Sementara melalui literasi, ia menyampaikan gagasan mengenai Indonesia, kepemimpinan, dan kehidupan kebangsaan.

Dinamika HMI periode 2026–2028 selanjutnya menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Proses organisasi yang berlangsung akan menentukan perkembangan langkah Oktaria berikutnya.

Namun perjalanan dari Lahat menuju panggung nasional telah menjadi bagian penting dari kiprahnya sebagai aktivis muda.

Dari daerah, membangun pengalaman. Dari kaderisasi, mengembangkan gagasan. Dan dari gagasan, membuka ruang pengabdian yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *