Kencananusantara.com, LAHAT – Perjalanan Widia Ningsih, S.H., M.H., dari lingkungan pedesaan hingga memasuki ruang politik dan pemerintahan Kabupaten Lahat dituangkan dalam buku biografi berjudul Widia Ningsih: Muda, Berkarya, dan Mengabdi untuk Lahat – Inspirasi Kepemimpinan Perempuan dari Tanah Serelo.
Buku karya Oktaria Saputra, S.E., M.Si. tersebut diterbitkan oleh Haura Utama pada Agustus 2025. Buku ini memiliki 116 halaman dengan ISBN 978-634-208-297-3.
Penulis menjelaskan bahwa buku tersebut disusun berdasarkan interaksinya dengan Widia Ningsih sejak masa kampanye hingga masa pengabdiannya di Kabupaten Lahat. Secara umum, buku menghadirkan profil personal Widia sekaligus catatan mengenai perjalanan dan aktivitas pengabdiannya di daerah.
Dari Desa Sirah Pulau ke Pemerintahan Daerah
Salah satu bagian utama buku mengisahkan latar kehidupan Widia yang berasal dari Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Buku menggambarkan lingkungan keluarga, pendidikan, serta pengalaman sosial yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum memasuki dunia politik.
Widia disebut lahir pada 1 Desember 1995 dan menempuh pendidikan hingga jenjang Magister Hukum. Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, buku mencatat keterlibatannya kembali dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pendampingan kelompok pemuda dan UMKM serta kegiatan sosial di daerah.
Perjalanan politiknya kemudian menjadi bagian tersendiri dalam buku. Widia tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lahat periode 2019–2024. Buku selanjutnya menguraikan peralihannya dari legislatif menuju eksekutif melalui kontestasi Pilkada Lahat 2024 hingga menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Lahat.
Mengangkat Isu Kepemimpinan Perempuan
Persoalan keterlibatan perempuan dalam politik menjadi salah satu tema sentral buku. Bab III secara khusus membahas ruang perempuan dalam politik lokal, perjalanan Widia dari legislatif ke eksekutif, serta keterlibatan perempuan muda dalam demokrasi daerah.
Buku juga mencatat data mengenai keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Lahat pada Pemilu 2019. Berdasarkan narasi yang dicantumkan dalam buku, dari 40 anggota DPRD terpilih terdapat enam perempuan, atau sekitar 15 persen. Widia disebut sebagai salah satu dari enam anggota legislatif perempuan tersebut.
Selain perjalanan politik, buku mengaitkan kepemimpinan perempuan dengan sejumlah isu pembangunan, termasuk pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan ruang partisipasi generasi muda.
Pembangunan, Inovasi, dan Pelayanan Publik
Pembahasan buku tidak berhenti pada biografi personal. Sejumlah bab menguraikan agenda pembangunan yang dikaitkan dengan perjalanan Widia dalam pemerintahan daerah.
Bab V membahas pembangunan dari wilayah pinggiran, termasuk seratus hari kerja, program prioritas, pembangunan berbasis desa, serta penguatan sektor pangan. Bab VI membahas pendidikan dan kesehatan sebagai hak masyarakat, termasuk pendidikan anak desa serta kesehatan ibu dan anak.
Sementara Bab VIII mengangkat inovasi pembangunan melalui sejumlah gagasan, antara lain “Lahat Satu Data”, pelayanan publik berbasis digital dan komunitas, “Satu Desa, Satu Inovasi”, kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak, serta reformasi birokrasi.
Buku juga membahas perempuan, anak muda, dan kelompok masyarakat yang disebut membutuhkan ruang partisipasi lebih luas dalam pembangunan. Di antaranya melalui program pemberdayaan perempuan, keterlibatan pemuda, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan keterwakilan perempuan dan pemuda dalam pemerintahan.
Biografi yang Membawa Narasi Pengabdian
Dalam sambutannya, Widia Ningsih menyebut buku tersebut sebagai cermin yang merefleksikan nilai-nilai yang dipegangnya. Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat kekurangan yang perlu dievaluasi dan diperbaiki dalam perjalanan pengabdian.
Buku ini juga menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam perjalanan pengabdian Widia. Dalam narasi tersebut, peran sebagai istri dan ibu dipaparkan berdampingan dengan aktivitas pelayanan publik dan keterlibatan dalam pembangunan masyarakat.
Melalui 11 bab, prolog, dan epilog, Widia Ningsih: Muda, Berkarya, dan Mengabdi untuk Lahat menyajikan perjalanan seorang perempuan muda dari desa, pendidikan hukum, aktivitas sosial, pengalaman legislatif, hingga pemerintahan daerah. Buku tersebut sekaligus menempatkan pengalaman tersebut dalam konteks kepemimpinan perempuan dan pembangunan Kabupaten Lahat.












