kencananusantara.com/, JOMBANG – Pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menghasilkan sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, KH Nurul Huda Djazuli memperoleh suara terbanyak dan menempati posisi pertama.
KH Nurul Huda Djazuli meraih 486 suara, disusul TGK KH Nuruzzahri Yahya dengan 478 suara, serta AG Dr KH Baharuddin HS, MA dengan 392 suara.
AHWA merupakan mekanisme yang digunakan Nahdlatul Ulama dalam menentukan Rais Aam PBNU melalui musyawarah para ulama yang dipilih oleh peserta muktamar. Anggota AHWA dipilih berdasarkan pertimbangan keilmuan, integritas moral, ketokohan, serta pengaruh dalam lingkungan NU.
Berikut daftar lengkap sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi AHWA Muktamar Ke-35 NU:
- KH Nurul Huda Djazuli – 486 suara
- TGK KH Nuruzzahri Yahya – 478 suara
- AG Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara
- KH Miftachul Akhyar – 351 suara
- KH Afifuddin Muhajir – 340 suara
- KH Anwar Iskandar – 327 suara
- Dr KH Abun Bunyamin – 316 suara
- KH Anwar Manshur – 304 suara
- Prof KH Said Aqil Siroj – 273 suara
Terpilihnya sembilan ulama tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian agenda Muktamar Ke-35 NU. Melalui mekanisme AHWA, para ulama terpilih akan menjalankan proses musyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU, posisi tertinggi dalam struktur kepemimpinan Syuriyah NU.
KH Nurul Huda Djazuli dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Sementara sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar sembilan besar juga merupakan ulama dengan rekam jejak panjang dalam dunia pesantren, pendidikan Islam, dan pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dalam menentukan arah kepemimpinan dan perjalanan organisasi untuk periode mendatang.












