Jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Sinyal Reshuffle Kembali Menguat

Kencananusantara.com, JAKARTA – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian. Presiden Prabowo secara terbuka menyatakan bahwa kemungkinan reshuffle tetap terbuka, seiring evaluasi terhadap kinerja para menteri yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam program “Prabowo Menjawab” yang disiarkan pada Rabu, 16 September 2026. Prabowo menyebut momentum dua tahun pemerintahan merupakan waktu yang cukup bagi para menteri untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan tugas.

Menurut Prabowo, evaluasi kabinet tidak dilakukan hanya pada waktu tertentu, melainkan berlangsung terus-menerus. Ia juga mengibaratkan kabinet sebagai sebuah kesebelasan yang memiliki pemain inti, striker, hingga pemain cadangan. 

“Saya kira itu sesuatu yang logis, dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo juga menyampaikan bahwa secara objektif ia menilai tim pemerintahannya sejauh ini bekerja dengan baik. Karena itu, pernyataan tersebut belum dapat dimaknai sebagai keputusan bahwa reshuffle besar-besaran pasti akan dilakukan. 

Enam Kali Reshuffle Sejak Pemerintahan Berjalan

Sinyal reshuffle muncul tidak lama setelah Presiden Prabowo melakukan perubahan kabinet untuk keenam kalinya sejak pemerintahan mulai berjalan pada Oktober 2024.

Perubahan terbaru terjadi pada 14 September 2026, ketika Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan untuk sisa masa jabatan 2024–2029. 

Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada periode 2019–2024 dan kembali menjadi Wakil Menteri Keuangan pada periode 2024–2026. 

Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian enam kali perubahan kabinet yang berlangsung sejak Februari 2025 hingga September 2026. 

Rangkaian perubahan kabinet:

  • 19 Februari 2025 — reshuffle pertama.
  • 8 September 2025 — reshuffle kedua.
  • 17 September 2025 — reshuffle ketiga.
  • Oktober 2025 — reshuffle keempat.
  • April 2026 — reshuffle kelima.
  • 14 September 2026 — reshuffle keenam, dengan Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. 

Pergantian Menkeu Terjadi di Tengah Evaluasi Kabinet

Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian karena Kementerian Keuangan memiliki posisi strategis dalam pengelolaan fiskal dan APBN.

Setelah dilantik, Suahasil menegaskan bahwa salah satu arahan Presiden Prabowo kepadanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN mampu mendukung program prioritas pemerintah. 

Dalam konferensi pers APBN KiTa pada 18 September 2026, Suahasil menyampaikan bahwa realisasi APBN hingga 31 Agustus 2026 mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan defisit tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan dengan batas maksimum 3 persen dari PDB. 

Sementara itu, Reuters melaporkan Suahasil mempertahankan proyeksi defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen terhadap PDB, sekaligus menekankan kesinambungan kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan. 

Reshuffle Besar Belum Diumumkan

Meski isu reshuffle besar-besaran kembali mencuat, hingga 18 September 2026 belum terdapat pengumuman resmi dari Presiden mengenai daftar menteri yang akan diganti dalam perombakan berikutnya.

Fakta yang sudah dikonfirmasi adalah Presiden membuka peluang reshuffle dan menyatakan evaluasi kabinet dilakukan secara terus-menerus. Dengan demikian, informasi mengenai nama-nama menteri yang disebut-sebut akan diganti masih berada pada ranah spekulasi sampai ada keputusan resmi Presiden. 

Sejumlah partai politik juga merespons isu tersebut dengan menekankan bahwa keputusan mengenai susunan kabinet berada di tangan Presiden. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, misalnya, menyatakan keputusan reshuffle merupakan kewenangan Presiden. 

Situasi ini membuat momentum menuju dua tahun pemerintahan Prabowo menjadi penting. Setelah enam kali perubahan kabinet, pernyataan terbaru Presiden kembali menunjukkan bahwa susunan Kabinet Merah Putih masih dapat dievaluasi sesuai kebutuhan pemerintahan.

Namun, belum ada kepastian mengenai apakah akan terjadi reshuffle besar-besaran, siapa saja yang akan terkena perubahan, maupun kapan keputusan tersebut akan diumumkan.

Untuk sementara, pergantian Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan merupakan reshuffle terbaru yang telah resmi terjadi, sedangkan kemungkinan perombakan lanjutan masih menunggu keputusan Presiden.

Jelang dua tahun pemerintahan, bola reshuffle kini berada di tangan Presiden Prabowo. Evaluasi sudah ditegaskan, tetapi daftar perubahan berikutnya belum diumumkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *