Kencananusantara.com, MALANG – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menggelar Kuliah Nasional bertajuk “Gugah Karakter Intelektual Kebangsaan” di Aula Utama Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa baru Universitas Negeri Malang. Kuliah nasional ini digelar untuk menanamkan kesadaran kebangsaan sekaligus mendorong kesiapan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Generasi muda diharapkan mampu menjadi creative minority yang memiliki kapasitas intelektual, kepekaan sosial, serta keberanian untuk memberikan kontribusi terhadap perubahan dan kemajuan bangsa.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Bursah menekankan pentingnya penguasaan sains, matematika, dan literasi data. Kemampuan tersebut diperlukan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan daya kritis dan kemandirian berpikir.
“Di tengah lompatan teknologi seperti kecerdasan buatan, mahasiswa harus tetap otonom dan mengasah daya kritis tanpa bergantung sepenuhnya pada AI,” ujar Bursah.
Bursah juga menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kelompok-kelompok kecil yang memiliki kepekaan sosial dan komitmen intelektual terhadap masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengkritisi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Kuliah Nasional “Gugah Karakter Intelektual Kebangsaan” diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di tengah perubahan teknologi dan dinamika pembangunan.
Melalui kegiatan tersebut, APKASI turut mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual dan kepedulian sosial, serta mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.












