Kencananusantara.com, JAKARTA – Pesan reflektif yang dikaitkan dengan KH Hasan Abdullah Sahal mengajak masyarakat untuk memahami bahwa ijazah, nama, jabatan, dan kedudukan merupakan bagian dari kehidupan dunia yang tidak bersifat kekal.
Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa manusia sering kali berusaha mengejar sesuatu yang belum dimilikinya. Mereka yang belum memiliki ijazah akan berusaha mendapatkan ijazah, sementara mereka yang belum memiliki nama atau jabatan akan berusaha meraihnya.
“Orang yang tak punya ijazah, akan cari ijazah. Orang yang tak punya nama, akan cari nama. Orang yang tak punya jabatan, akan cari jabatan. Orang yang tak punya muka, akan cari muka.”
Pesan itu kemudian menekankan bahwa berbagai pencapaian duniawi pada akhirnya memiliki batas. Kedudukan, popularitas, maupun status sosial tidak akan berlangsung selamanya.
“Tapi ingat satu hal, tidak ada yang abadi. Di atas hanya Allah, di bawah hanya Tanah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tetap rendah hati dalam menjalani kehidupan. Pencapaian pendidikan, karier, maupun kedudukan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang, namun tidak semestinya membuat seseorang melupakan keterbatasan hidup dan hubungannya dengan Tuhan.
Pada akhirnya, pesan tersebut mengajak masyarakat untuk menempatkan pencapaian dunia secara proporsional serta tidak menjadikan status dan pengakuan manusia sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.


