Kencananusantara.com, JAKARTA – Perombakan Kabinet Merah Putih kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Pergantian tersebut tercatat sebagai reshuffle keenam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Setelah dilantik, ia menyatakan akan melanjutkan pengelolaan APBN dengan menjaga kredibilitas keuangan negara serta memastikan anggaran mendukung program prioritas pemerintah.
Pergantian sejumlah pejabat dalam kabinet kemudian turut dikaitkan dengan dinamika politik nasional. Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan reshuffle dapat memiliki beragam tujuan, termasuk peningkatan kinerja pemerintahan maupun konsolidasi politik. Namun, kaitan langsung antara perubahan kabinet dengan konfigurasi Pilpres 2029 masih merupakan spekulasi politik.
GERINDRA–PDIP Kembali Menjadi Perbincangan
Salah satu isu yang muncul adalah kemungkinan perubahan hubungan politik antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan menjelang Pemilu 2029.
Gerindra dan PDIP memiliki sejarah kerja sama dalam Pilpres 2009, ketika Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Sejarah tersebut menjadi salah satu konteks yang kembali diperbincangkan dalam melihat dinamika politik kedua partai.
Meski demikian, hingga saat ini pembicaraan mengenai kemungkinan kerja sama Gerindra dan PDIP pada Pilpres 2029 belum menjadi keputusan resmi kedua partai. Karena itu, isu tersebut masih perlu dibedakan antara fakta politik yang telah terjadi dan spekulasi mengenai konfigurasi politik mendatang.
Di sisi lain, perubahan kabinet juga perlu dilihat dari aspek pemerintahan. Istana menyebut pergantian Menteri Keuangan sebagai hal yang merupakan kewenangan Presiden, sementara Suahasil menegaskan penunjukannya merupakan kelanjutan dari tugas yang selama ini telah dijalankannya di Kementerian Keuangan.
Dengan demikian, reshuffle terbaru tidak hanya menjadi perhatian dari sisi kebijakan pemerintahan, tetapi juga berlangsung di tengah dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029. Arah hubungan antarpartai, termasuk Gerindra dan PDIP, masih akan berkembang seiring keputusan resmi masing-masing partai dan perkembangan politik nasional.












