36 Tahun HUMANIKA, Aktivis Lintas Generasi Kembali Bertemu: Rawat Solidaritas, Sinergi, dan Kolaborasi

Kencananusantara.com, JAKARTA – Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) menggelar Reuni dan Silaturahmi Aktivis HUMANIKA ke-36 Tahun di Cerita Rasa Nusantara, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026) malam.

Mengusung tema “Solidaritas, Sinergi, Kolaborasi” dengan semangat #AktivisSepanjangMasa, kegiatan tersebut mempertemukan aktivis HUMANIKA dari berbagai generasi yang kini menjalani pengabdian di beragam ruang, mulai dari pemerintahan, legislatif, lembaga negara, peradilan, pendidikan hingga masyarakat sipil. 

Reuni tersebut menjadi momentum untuk kembali mempertemukan para aktivis yang telah menjalani perjalanan masing-masing selama lebih dari tiga dekade. Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya pendiri HUMANIKA Bursah Zarnubi, aktivis senior Hariman Siregar, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Kepala BP Taskin Iwan Sumule, Pimpinan Komisi XI DPR RI Fauzi Amro, Anggota Bawaslu RI Puadi, Anggota DKPP RI Muhammad Tio Aliansyah, Hakim Mahkamah Agung Erwin Partogi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Ma’mun Murod Al-Barbasy. 

HUMANIKA diketahui didirikan pada 17 September 1990. Memasuki usia ke-36 tahun, perjalanan organisasi tersebut menjadi bagian dari dinamika gerakan masyarakat sipil Indonesia selama berbagai fase perubahan sosial dan politik. 

Dalam kegiatan tersebut, perjalanan HUMANIKA juga kembali direfleksikan melalui pemutaran video kiprah organisasi serta testimoni sejumlah tokoh yang pernah menjadi bagian dari perjalanan HUMANIKA. Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kembali komunikasi dan silaturahmi antargenerasi. 

Salah satu pendiri HUMANIKA, Bursah Zarnubi, menekankan bahwa perjalanan 36 tahun organisasi perlu diikuti dengan kontribusi yang relevan terhadap tantangan Indonesia saat ini. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. 

Sementara itu, aktivis senior Hariman Siregar mengingatkan para aktivis HUMANIKA yang kini berada di berbagai posisi publik agar tetap menjaga nilai perjuangan dan keberpihakan terhadap masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam konteks perjalanan para aktivis yang kini telah memasuki beragam ruang pengabdian. 

Pertemuan 36 tahun HUMANIKA tidak hanya menjadi ruang nostalgia. Reuni tersebut memperlihatkan bagaimana para aktivis yang dahulu berhimpun dalam satu organisasi kini menjalankan peran masing-masing di berbagai bidang, tetapi tetap memiliki sejarah dan jejaring yang sama.

Solidaritas, sinergi, dan kolaborasi menjadi pesan utama yang dibawa dalam pertemuan tersebut. Solidaritas menjadi pengikat antargenerasi, sinergi membuka ruang untuk mempertemukan kapasitas dan pengalaman, sementara kolaborasi menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai kemanusiaan dan keadilan ke dalam kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Setelah 36 tahun perjalanan, HUMANIKA memasuki fase baru dengan tantangan yang juga terus berubah. Reuni ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi, merawat hubungan antargenerasi, sekaligus membuka ruang dialog mengenai kontribusi aktivis terhadap persoalan kemanusiaan, keadilan, demokrasi, dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Tiga puluh enam tahun perjalanan menjadi catatan sejarah. Para aktivis boleh berada di ruang pengabdian yang berbeda, tetapi silaturahmi menjadi jembatan untuk menjaga hubungan, mempertemukan pengalaman, dan merawat nilai-nilai kemanusiaan serta keadilan yang menjadi bagian dari perjalanan HUMANIKA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *